SUMBA TRAVEL GUIDE & ITINERARY

Friday, May 25, 2018

Pada awalnya Sumba bukan merupakan salah satu destinasi saya, bisa dibilang saya pada awalnya kurang tertarik pada tujuan satu ini. Tetapi karena Sumba memang destinasi yang sedang naik daun, saya jadi sering melihat orang yang pergi ke sana dan fotonya berseliweran di Instagram. Maka jadilah saya penasaran akan Pulau satu ini.
Memutuskan untuk ke pergi ke sini tidak membutuhkan waktu yang lama, langsung saya cari-cari tiket, penginapan, dan yang paling penting transportasi disana. Tenang jangan khawatir, saya juga akan share secara lengkap pengalaman saya berkunjung ke Sumba ini. Dan satu lagi FYI, selepas saya pulang dari Sumba beberapa waktu yang lalu saya sudah menyiapkan itinerary untuk ke Sumba berikutnya, karena saya semacam ketagihan akan keindahan Pulau Sumba, dan tidak cukup hanya sekali kunjungan saja.
Yang mungkin perlu saya infokan disini salah satunya adalah masalah sinyal. Masalah sinyal ini penting sekali buat saya, ya tau sendiri biar tetap bisa alay kan ya. Sayang sekali di Sumba ini sinyal bisa dibilang masih susah, di Sumba Barat sinyal provider saya yang kebetulan saya pakai adalah Telkomsel dan XL, untuk Telkomsel di Sumba Barat dan Sumba Timur lumayan kuat bahkan di kotanya masih bisa dapat sinyal 4G tetapi untuk XL saya hanya dapat sinyal di Sumba Barat, karena di Sumba Timur XL sama sekali blank. Dan FYI kalau di tempat wisata jangan harap ada sinyal ya provider apapun.
Yang berikutnya adalah transportasi selama di Sumba. Saya di Sumba menyewa mobil dari Kalipaga, dengan itinerary yang sudah saya buat dulu sebelumnya jadi saya tinggal menyerahkan ke pihak Kalipaga dan mereka akan bantu untuk menyesuaikannya lagi dengan kondisi disana. Untuk info lebih lanjut tentang Kalipaga ini akan saya infokan secara lengkap di bawah ya. Dan satu lagi mereka baik banget dan jago foto, ga akan nyesel pake mereka di Sumba.
Saya akan membuat blog saya ini seperti itinerary yang saya buat, saya di Sumba selama 5 hari 4 malam dan bagi saya itu belom cukup, karena masih banyak tempat yang belom sempat saya datangi. Post blog travelling saya satu ini saya berharap bisa menjadi acuhan bagi kalian juga yang ingin ke Sumba agar tidak bingung akan kemana saja dalam satu hari karena lokasi wisata di Sumba jaraknya lumayan jauh dari satu lokasi dengan lokasi lainnya.  Dan percayalah kepada saya, SUMBA ISLAND IS SUPER BEAUTIFUL!!
  • DAY 1
Hari pertama saya seperti biasa berangkat dari Jogja memilih menggunakan pesawat tujuan ke Tambolaka, Sumba Barat Daya. Rute yang saya pilih yaitu dengan transit di Bali terlebih dahulu, rencananya sih saya mengambil flight dimana sampai di Tambolaka siang hari tetapi dikarenakan suatu dan lain hal menjadikan saya baru sampai di Tambolaka jam 03.00pm WITA sehingga tempat yang sempat saya datangi pun hanya 1 tempat.
Tempat yang pertama saya datangi adalah Lendo Ngara, tempatnya tidak jauh dari bandar udara Tambolaka hanya sekitar 10menit perjalanan dengan kondisi jalan yang sudah bagus. Disana kita akan disajikan hamparan perbukitan yang luas dan karena saat itu bertepatan dengan sunset, kita dapat sekalian menikmati sunset. Tempat pertama aja sudah sebagus ini, membuat saya tidak sabar ke tempat-tempat lain keesokan hari nya.













Seandainya saja saya seperti itinerary semula yang sampai di sini siang hari maka kita bisa ke setidaknya 2 tempat, tapi ya sudahlah tempat ini juga sudah cukup mengobati kekecewaan saya.
Karena sudah mulai gelap kita memutuskan untuk makan malam, dan tempat makan yang saya pilih hari itu adalah Warung Gula Garam yang berlokasi di sangat dekat dengan Bandar Udara Tambolaka dan juga hotel tempat saya menginap yaitu Hotel Sumba Sejahtera.






Di Warung Gula Garam ini menunya cukup lengkap dari mulai makanan Indonesia sampai Western, tempatnya pun cukup nyaman tetapi jangan berharap lebih untuk rasa nya ya. Untuk makanan di Sumba ini tidak terlalu banyak pilihan, bahkan lumayan sulit karena tidak banyak nya tampat kuliner di sini, bahkan di beberapa kesempatan saya diharuskan membawa nasi kotak untuk dimakan selama di perjalanan karena tidak adanya tempat makan di tempat wisata yang saya kunjungi.




Hotel Sumba Sejahtera terletak tidak jauh dari pusat kota Sumba Barat Daya, hotel berbintang dua ini walaupun bisa dibilang tidak seperti hotel tetapi kamarnya lumayan bersih, AC dingin, dan juga ada kamarnya yang dilengkapi air panas tergantung jenis kamar yang kalian pilih. Makanan untuk breakfastnya pun tidak sama setiap harinya dan rasanya lumayan kalau dibandingkan dengan makanan lainnya yang saya makan di Sumba.

  • DAY 2
Hari kedua ini saya awali dengan breakfast di Hotel Sumba Sejahtera, sebenarnya saya amat sangat jarang sekali mengambil breakfast dari hotel karena bagi saya makan di luar lebih mengasyikkan daripada breakfast di hotel yang biasanya juga makanannya kurang enak, tetapi di Sumba ini ga ada pilihan lain, bahkan pada hari kedua ini saya membawa bekal nasi kotak untuk makan siang kita nanti, karena menurut info dari Kalipaga tidak ada tempat makan di rute yang akan kita lewati nanti.
Ini tujuan pertama kita, namanya Pantai Mandorak. Pantai Mandorak ini saya tempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Pantai Mandorak ini terletak di daerah Kodi, yang menurut info daerah ini masih sering terjadi konflik antar warganya. bawalah bekal permen untuk diberikan ke anak-anak di sekitar sini yang biasanya akan langsung mengerumuni yang datang ke tempat ini.
















Pantai Mandorak ini tidak memerlukan tracking, dari tempat parkir kendaraan hanya berjalan beberapa langkah kita akan langsung sampai ke lokasi. Pantai nya tida terlalu besar, di apit oleh dua karang besar membuat ombaknya tidak terlalu besar dan yang bikin saya amazed yaitu warna airnya yang sangat biru, pantai ini kecil tetapi sangat indah!
Tujuan berikutnya tidak jauh dari Pantai Mandorak, hanya sekitar 15menit. Namanya Danau Weekuri, sejatinya Danau Weekuri ini adalah kumpulan air laut yang masuk melalui celah karang dan berkumpul menjadi sebuah danau. Danau Weekuri ini juga tidak memerlukan tracking, hanya jalan sekitar 5 menit untuk sampai ke lokasi dengan jalan setapak dari semen yang sudah dibuat sehingga kita tidak kesulitan sama sekali untuk akses ke Danau ini.








Bagi kalian yang kegerahan ataupun emang demen berenang, kalian bisa kok nyebur disini. Disediakan sendiri penyewaan ban untuk kalian yang tidak mahir berenang, ataupun jika ingin sedikit lebih xtreme kalian bisa lompat dari tempat yang sudah disediakan. Untuk ganti baju ataupun mandinya juga ada fasilitas kamar mandi, cukup bayar 10k aja. Disekitarnya juga dijual kain khas Sumba, yang disini harganya relatif masih murah dibanding di tempat lain karena langsung dijual oleh pembuatnya.




🎵 How To Love (ft. Sofia Reyes) by Cash Cash
Setelah puas di Danau Weekuri, kita melanjutkan perjalanan sekitar kurang lebih 45menit menuju ke Pantai Ratenggaro, disini selain ada pantai juga ada desa adat Sumba dengan rumah adatnya yang bernama Uma Bokulu atau Uma Mbatangu dimana artinya Uma Bokulu artinya rumah besar dan Uma Mbatangu artinya rumah menara yang tinggi nya bisa mencapai 30 meter.












Di Pantai Ratenggaro kita bisa berfoto dengan background rumah adat Sumba, dan selain itu kita sebenarnya juga bisa mampir ke perkampungannya tetapi saya waktu itu memutuskan untuk tidak singgah ke desa adatnya dikarenakan waktu sudah hampir sore agar dapat melihat sunset di tempat berikutnya. Disini penduduk lokal menyediakan jasa penyewaan kuda bagi kalian yang ingin berfoto dengan kuda ber-background Pantai Ratenggaro ini. Tarif yang biasa dipasang oleh pemilik kudanya biasanya 50k untuk satu orang tetapi bisa kalian tawar hinggal 30k saja.
Tujuan berikutnya ini bagi saya adalah pantai iconic di Sumba karena pantai yang memiliki ciri khas ada tebing bolong ini sering saya lihat bersliweran di Instagram. Tempat ini ditempuh sekitar 45 menit dari Pantai Ratenggaro, dan akses nya dari parkir kendaraan ke pantainya sedikit sulit. Kita diharuskan tracking ke arah bawah dengan akses jalan yang tidak terlalu bagus tetapi masih dalam kategori lumayan mudah untuk diakses.





Pantai ini namanya Pantai Mbawana, seperti yang saya bilang di atas tadi untuk tracking ke bawah menuju Pantai ini apabila kesulitan, warga lokal akan siap sedia membantu kalian, tetapi tentu ada biayanya ya. Bagi saya pantai ini hanya menarik di bagian karang bolong nya saja, dan juga pantainya yang sepi dan masih bersih, selanjutnya seperti pantai pada umumnya.
Destinasi berikutnya tidak jauh dari Pantai Mbawana, yaitu Tanjung Mareha. Bahkan Tanjung Mareha terlihat dari Pantai Mbawana karena dekat tetapi tetap harus naek kendaraan karena tempatnya menanjak.



Pantai Mbawana
Pantai Watu Malandong
Dari Tanjung Mareha ini kita dapat melihat jelas Pantai Watu Malandong dan Pantai Mbawana. Di tempat ini juga biasa dijadikan tempat untuk menikmati sunset di Pulau Sumba ini yang terkenal super indah.














Setelah puas menikmati sunset, kami bertolak pulang. Sebelum pulang ke hotel, kami mampir terlebih dahulu untuk makan malam. Restaurant yang saya pilih kebetulan dekat dengan hotel tempat saya menginap yaitu Restaurant Ro'o Luwa yang berlokasi di Jalan Simpang Weelonda, Sumba Barat Daya.


Di restaurant ini jual salah satu makanan khas Sumba yaitu sama seperti nama restonya yaitu Ro'o Luwa (daun ubi tumbuk yang di masak menggunakan santan dengan rasa yang dominan gurih).

  • DAY 3
Hari ini saya berencana untuk berpindah dari Sumba Barat ke Sumba Timur, sekaligus berpindah hotel. Perjalanan dari Sumba Barat ke Sumba Timur kira-kira di tempuh dalam waktu 4 jam, dengan kondisi yang jalan yang sudah bagus beraspal tetapi berkelok-kelok, dan tenang kalian pasti tidak akan bisa tidur karena pemandangan di kanan kiri kalian sangatlah indah. Di perjalanan ada 2 destinasi yang akan saya kunjungi, karena memang tempatnya berada di rute antara Sumba Barat dan Sumba Timur.


Persinggahan pertama saya adalah Desa Praijing yang terletak masih di Sumba Barat dekat dengan Waikabubak. Disini kita dapat berkeliling desa sembari melihat secara langsung rumah asli Sumba dan juga dapat mempelajari sedikit budaya Sumba. Di desa ini masih dikelilingi banyak tanaman hijau dan juga seperti rumah Sumba biasanya yaitu terdapat makam para leluhur mereka yang terletak di depan rumah mereka.




Destinasi berikutnya adalah Bukit Wairinding. Destinasi ini adalah destinasi wajib jika kalian pertama kali ke Sumba, harus pake banget! Tempat nya nyaris tanpa tracking, hanya jalan beberapa anak tangga maka kita akan langsung disajikan pemandangan hamparan padang savana yang terhampar luas yang super bagussssss! Untuk masuk ke tempat ini kita diharuskan membayar 5k per orang dan disini juga disediakan penyewaan kain tenun khas sumba dengan harga 50k per kainnya.


Menurut warga lokal, di Bukit Wairinding ini ada 2 warna yaitu warna hijau sama seperti warna waktu saya datang dan juga di musim kemarau dimana rumput mulai kering maka akan berwarna kuning, daripada saya berimajinasi saya buat foto saya menjadi 2 warna, kalian suka yang mana bisa menyesuaikan bulan apa mau berkunjung ke sini. 






Di Sumba Timur saya menginap di Padadita Beach Hotel, yang letaknya di tepat di pinggir Pantai Padadita yang terletak di daerah Waingapu dengan pemandangan pantai dan laut pastinya.
Setelah meletakkan koper di hotel, saya langsung tancap gas ke destinasi selanjutnya. Sebelumya saya menyempatkan makan terlebih dahulu karena di perjalanan dari Sumba Barat ke Sumba Timur susah ditemui tempat makan. Tujuan makan kami saat itu adalah Mr. Cafe yang terletak di Jalan Umbu Tipuk Marisi No. 1, Waingapu, Sumba Timur. Pilihan makanannya lumayan lengkap, susah mencari rumah makan seperti Mr. Cafe ini di Sumba Timur.
Setelah makan, saya langsung tancap gas ke destinasi selanjutnya. Salah satu pantai iconic di Sumba Timur yang terletak di desa Watumbaka ini bernama Pantai Walakiri. Dari Hotel Padadita dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 30 menit. Di perjalanan kita akan melewati rerumputan hijau dengan kuda liar yang berkeliaran.


Di waktu sore hari, Pantai Walakiri ini airnya surut, sehinggal kita bisa berjalan sampai agak ke tengah laut tanpa takut tenggelam. Yang menjadi spot ikonic di pantai ini adalah pohon mangrove kecil yang jumlahnya tidak banyak dan juga Pantai Walakiri ini dijadikan spot untuk menikmati Sunset di daerah Sumba Timur.















Setelah gelap, saya memutuskan untuk cabut dari Pantai Walakiri untuk makan malam sebelum pulang ke hotel. Tempat makan malam yang saya kunjungi yaitu PC Corner Cafe yang terletak di Jalan Radamata, Matawai, Waingapu, Sumba Timur. Restaurant yang satu ini bisa dibilang mempunyai tempat yang paling ala-ala dibanding semua tempat makan yang saya datangi di Sumba, tidak hanya jenis makanannya yang lengkap, tetapi rasa nya juga lumayan, dan satu lagi cafe yang terletak di lantai 2 ini punya live music.


  • DAY 4
Hari ke-4 ini rencana kami sebenarnya ke 3 tempat, yaitu yang pertama Puru Kambera, Air Terjun Tanggedu, dan yang terakhir Tanarara. Tetapi karena ternyata Air Terjun Tanggedu memerlukan waktu yang cukup lama, destinasi terakhir saya urung kesampaian walaupun kami sudah start dari hotel pagi hari. Karena destinasi hari ini semua jauh dari tempat makan, jangan lupa sarapan dulu di hotel dan bawa bekal nasi kotak untuk di makan di jalan ya.
Padadita Hotel Breakfast
Perjalanan ke Puru Kambera ditempuh sekitar 1 jam dari Padadita Hotel. Rute ini saya pilih karena untuk ke Air Terjun Tanggedu melewati tempat ini. Puru Kambera adalah padang savana yang sangat luas berbatasan langsung dengan pantai. terdiri dari rumput dan pohon-pohon seperti layaknya di Afrika. Untuk masuk ke tempat ini tidak ada biaya yang harus kalian bayar, tempat nya juga masih bersih. Tempat ini juga pernah dijadikan tempat syuting beberapa film salah satunya Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.



















Dari Puru Kambera saya langsung menuju lokasi selanjutnya yaitu Air Terjun Tanggedu, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ke sana kira-kira 2 jam dengan jalan yang extreme. Extreme yang saya maksud disini adalah jalan yang rusak dan bergelombang, mungkin apabila kendaraan kalian tidak dalam kondisi fit akan kesusahan melewati jalan ke Tanggedu ini. Tetapi tidak usah berkecil hati karena sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi oleh pemandangan yang menyejukkan mata dan membuat kita tidak merasa ngantuk sama sekali, bahkan kita bisa berhenti di tempat-tempat yang kita lewati untuk sekedar berfoto sebentar.

















Untuk menuju ke Air Terjun Tanggedu ini, saya sarankan untuk memakai sepatu yang proper dan juga bawa bekal minum yang cukup, dan juga sebaiknya memakai celana panjang. Kenapa saya sarankan seperti itu? Karena suhu Sumba waktu itu sangat panas, dan medan yang akan kita lalui cukup extreme bagi orang lemah seperti saya, dan selama diperjalanan dengan jalan kaki sekitar 45menit dari tempat parkir kendaraan ini akan banyak tanaman-tanaman yang cukup membuat kaki perih apabila tidak menggunakan celana panjang, dan juga celana panjang membantu kita agar tidak telalu terbakar matahari. Jangan lupa pakai juga Sunblock kalian apabila kalian tidak ingin terbakar matahari.


























Tracking ke Air Terjun Tanggedu ini kita akan disuguhi pemandangan perbukitan yang hijau menyejukkan mata, dan juga di tengah-tengah perjalanan ada rumah penduduk dimana mereka menjual kelapa seharga 20k per bijinya. Jika kalian tidak ingin minum air kelapa, maka saya diatas menyarankan membawa bekal makanan dan air putih karena tidak ada yang jual di sepanjang perjalanan. FYI kelapa yang dijual di luar Jawa seperti Sumba dan Lombok ini punya rasa air yang seperti berkarbonasi, berbeda dengan kelapa yang dihasilkan di pohon di pulau Jawa. Jika kalian ingin tau lebih jelas perjalanan tracking saya ke Air Terjung Tanggedu ada di highlight story di Instagram saya.
















Jika mendung atau sedang hujan sangat tidak disarankan pergi ke tempat ini ya, dikarenakan di tengah perjalanan ada sungai kecil yang melewati rute ke Tanggedu ini biasanya akan dialiri debit air yang besar sehingga tidak bisa dilalui. Gimana Air Terjun Tanggedu amazing ga? Worth it ga dengan tracking nya? Kalian tentukan sendiri yaa.
Di tengah perjalanan pulang dari Tanggedu walapun lelah secara tidak sengaja kami bertemu seorang penunggang kuda, maka saya pun tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama kuda. Untuk foto bersama kuda liar tidak disarankan ya karena biasanya akan segera kabur jika kalian dekati ataupun kalau sedang beruntung kalian akan kena tendang atau gigit dari kuda liar tersebut.








Setelah pulang dari sini saya makan malam terlebih dahulu di Dermaga Lama Waingapu, ada beberapa tempat makan ikan disana, sayangnya saat itu saya kelaparan akut sehingga untuk foto makanannya saja tidak sanggup.. lol
  • DAY 5
Day 5 sekaligus hari terakhir di Pulau Sumba, syedih pastinya karena masih belom puas meng-explore Pulau Sumba. Di hari trakhir ini saya putuskan untuk mengunjungi destinasi yang dekat dengan Bandara yaitu Bukit Persaudaraan / Bukit Mau Hao, terlalu dekat nya dengan bandara sampai-sampai masih termasuk ke dalam area no fly zone bagi drone. Walaupun dekat, tanpa tracking, dan gratis, Bukit Persaudaraan ini menyuguhkan beberapa pemandangan yang mengagumkan.





Setelah selesai dari Bukit Mau Hau ternyata waktu boarding kami masih sedikit lama, maka kami putuskan ke tempat lain lagi untuk menghabiskan waktu. Kami di bawa oleh Kalipaga berkunjung ke rumah produksi kain tenun ikat Sumba. Informasi yang saya peroleh kain ikat Sumba yang asli ini warna nya semua dari bahan alami, tidak menggunakan bahan kimia sama sekali, dan juga pembuatannya smua manual dan memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan selembar kain Sumba yang indah, jadi jangan protes ya kalau harganya mahal!






Berbeda dari kedatangan saya kemarin yaitu melalui Bandara Tambolaka di Sumba Barat.,Kali ini saya pulang melalui Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur. Rute yang saya pilih adalah Waingapu - Bali - Yogyakarta. Sebelum saya akhiri saya berharap semoga travelling blog post saya kali ini bisa membantu kalian yang ingin menikmati keindahan Pulau Sumba.
Bye Sumba, bagi saya Sumba merupakan serpihan Surga yang jatuh ke bumi, saya secara jujur terpesona akan keindahan alammu dan saya berjanji PASTI PASTI PASTI kembali dalam waktu dekat!

Blog post kali ini juga saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kalipaga khususnya Kak Charles dan Kak Ocha yang sudah dengan sabar mengantarkan kita semua kemanapun tujuan kita, sehingga trip kali ini berjalan lancar berkat Kalipaga. Dan juga terima kasih membantu mem-foto teman-teman saya yang tidak bosan-bosan berfoto. HAHAHA
Bagi kalian yang ingin ke Sumba, jangan ragu pake jasa mereka guys. Contact instagram mereka ada disini.

***

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Subscribe